YANG TERDIAM
Membeku dalam kesederhanaan
ikhlas dengan kesendirianmu
terik mentari menyejukkan kulit hitammu
kau nikmati desiran angin
kau peluk ganasnya badai
titik air kau reguk dalam kesyahduan
butiran salju menghangatkan pori-porimu
celoteh katak kau jadikanpuisi indah
nyanyian burung adalah musik terindahmu
kemerlip bintang menjadi lampion penghias rumahmu
cahya rembulan menerangi kegelapan malam mu
kau menyatu dan akrab dengan segalanya
dan tatkala kuserahkahan mulai mengoyak dan mengusik
menghancurkan teman-temanmu
merusak rumah indahmu
serta merobek raga dan jiwamu
kau menyambutnya dengan kediamanmu
kau tak pernah protes kepada Tuhan
kau mengajarkan ku akan suatu peran
tentang bagaimana memahami hidup
menghargai apa yang terasa
dan yang kau dapat
oh batu hitamku...ketika kau kutimang dalam tanganku
aku bisa merasakan getaran keikhlasanmu
terima kasih...