| |
Selain jengkel dan marah,petaka diri yang laen adalah bersedih karena kehilangan
sesuatu.Jika ada milik Anda yang hilang janganlah berlebihan menyesalinya,karena dunia
seisinya ini memang diciptakan tidak abadi dan akan musnah.Hiburlah diri Anda,misalnya
dengan mengatakan:"Untunglah hanya milikku yang bgini dan begini yang hilang.
Seandainya yang lebih besar lagi tentu saya akan lebih bersedih".
Jika yang
hilang tersebut harta,hiburlah diri Anda dengan mengatakan:"Ungtunglah
hanya harta saya yang hilang,bukan anak saya",Begitulah seterusnya.
Umar bin
Al-Khathtab r.a. mengatakan:"Tidaklah saya tertimpa suatu musibah
melainkan dengan-Nya Alloh Swt.memberi tiga kenikmatan sebagai berikut:
1.Musibah yang saya alami tersebut dipilihkan oleh Alloh Swt.yang paling ringan,
sehingga Alloh tidak memberi saya musibah yang lebih besar dari itu,padahal Alloh
berkuasa melakukannya.
2.Musibah ang saya alami tidak menimpa agama saya.
3.Dengan musibah yang saya alami Alloh akan membalas saya dengan pahala
pada hari kiamat.
Kata seorang pujangga:
La talqo dzahro ka illa ghoiro ka muktarisiin#maa dha ma yasqhabu fihii ruqhokal badzanu
Famaa yadzumu sururoon ma surirta bihi#wala yaruddu galaikal fa'italqhojanuu.
Sambutlah waktu demi waktu tanpa resah dan gundah
selagi nyawa dan jasadmu masih berpadu.
Kesenangan yang kau capai tiada yang abadi.
Kesedihan tidak membuat milikmu yang hilang akan kembali.
Disebutkan di dalam kitab "Riyaadhul Haadhir Wa Tuhfatul Musaafir" bahwa
seorang kaisar menangkap dan mengurung seorang hakim tanpa di beri makan
beberapa hari.Hakim tersebut dikunjungi oelh sejumlah murid-muridnya.Mereka bertanya
tentang keadaan dirinya dan perasaanya yang tampak tetap saja segar dan riang
padahal selama beberapa hari tidak makan dan minum.Hakim itu menjawab:"Saya
membawa enam butir ma'jun yang saya santap setiap hari satu persatu sehingga saya
tampak segar seperti yang kalian lihat sekarang ini.Butir-butir tersebut adalah sebagai
berikut:
1.Percaya dan mengandalkan Alloh Swt.
2.Yakin bahwa segala yang di takdirkan oleh Alloh pasti akan terjadi.
3.Sabar adalah sikap terbaik bagi orang yang teruji.
4.Jika saya tidak sabar,apalagi yang bisa saya lakukan?
5.Ujian yang saya alami ini dipilihkan yang paling ringan oleh Alloh Swt.
6.Dari waktu ke waktu terjadi proses pembebasan dari kesulitan.
Semua itu sungguh bagus sebagai landasan batin bagi orang yang mendapat
cobaan hidup sehingga tidak mudah gundah dan kalut.
Apa yang telah
disebutkan itu banyak di kutip dari kitap yang di susun oleh Imam
Al-Azraq.
 | mudah2an kita diberi kekuatan melaksanakannya |
 | alhamdulillah mksh mba atas remindernya..sngt bermanfaat sekali |
 | Alhamdulillah saya dapat ilmu disini... Jazakillah mbak Rose... |
 | keihlasan hati .. akan membuat diri memandang sebuah musibah dengan sudut yang lain ... yang lebih menentramkan dan mendekatkan .... |
| | |
|
|